Tujuan Kita Adalah Akhirat

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, mawka Alloh memecah-mecah urusannya dan menjadikan kemiskinan di depan matanya. Dia juga takkan mendapatkan dunia kecuali yang telah ditetapkan atasnya. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Alloh menghimpun urusannya, menjadikan kecukupan ada di dalam hatinya, dan dunia pun menghampirinya sementara ia memandangnya sebagai sesuatu yang hina.” (HR. Ibnu Majah)

Saudaraku, kenapa hidup ini dirasakan berat? Pertama, karena tujuan hidupnya tidak jelas. Kalau tujuannya hidupnya bukan akhirat melainkan duniawi, maka pasti hidupnya terasa berat. Karena dunia ini sangatlah kecil dan sempit, maka orang yang ingin dunia dia pasti akan saling berebutan dengan orang lain. Dan dunia ini seperti air laut, semakin diminum semakin membuat haus, semakin dikejar semakin membuat tersiksa. Sedangkan yang ingin akhirat, sesungguhnya akhirat itu luas.

Bagi para pencari akhirat, semua urusan dunia bisa menjadi pahala. Dicaci orang lain, bisa menjadi jalan penggugur dosa. Sedangkan bagi para pencari dunia, itu sangat berat dan menyiksa. Banyak hal yang dianggap pahit oleh pencari dunia, malah dianggap manis oleh pencari akhirat.

Pencari dunia menyikapi musibah sebagai malapetaka dan kemalangan yang sangat berat. Diratapi seolah setiap babak dari hidupnya adalah kemalangan. Dinasehati agar bersabar malah terus mencari-cari alasan supaya diri pantas dikasihani. Sedangkan pencari akhirat akan menghadapi kesulitan hidup dengan bersabar, dan menyikapi kemudahan hidup dengan bersyukur. Baginya keadaan apapun adalah sama saja, yaitu sebagai ladang amal ibadah kepada Alloh Swt.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*