Perbanyak Sholawat di hari Jumat

Sahabat, mari kita perbanyak amalan sholawat di hari jumat ini, agar senantiasa mendapatkan rahmat dari Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

“Sesungguhnya diantara hari-hari kalian yang paling mulia adalah hari Jumat. Karena itu, perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu karena shalawat kalian akan ditampakkan kepadaku.” (HR. Abu Dawud)
ㅤㅤ
Semoga kita dimudahkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, untuk senantiasa mengamalkannya.

-admin-

Share this:

Penyebab Stres

Sahabat yang baik, salah satu penyebab dari datangnya stres itu karena kebanyakan mikir dan sangat kurang dzikir.

Hidup akan terasa sangat berat manakala kita tidak mendapat pertolongan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Salah satu gerbang pertolongan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang memiliki derajat sangat tinggi adalah dzikrulloh.

Semakin banyak kita mengingat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, semakin dimudahkan segala urusan kita dan hatinya menjadi tentram.

-admin-

Share this:

Lakukan Kebaikan dan Lupakan

 

Sahabat yang baik, mari kita belajar berusaha keras untuk beramal. Tapi kalau sudah beramal, maka lupakan saja.

Karena Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang membuat amalnya dan kita hanya menjadi jalannya, kita jadi jalannya saja sudah cukup dan luar biasa. Jika kita merasa bahwa ini amal saya, maka akan hilang pahalanya, dan jika kita merasa itu hidayah dan taufik Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, maka akan mendapatkan pahalanya.

Semoga kita menjadi orang yang tidak senang menyombongkan dan membanggakan diri dan selalu mengingat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dalam segala keadaan. Aamiinn yaa Robbal’aalamiin.

Share this:
Helping Hand

Pahala Bagi yang Berbuat Baik

Alloh SWT. berfirman, “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus [10] : 26)

Dalam ayat yang lain Alloh SWT. berfirman, “..Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh SWT. menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah [2] : 195)

Dalam dua ayat ini Alloh SWT. memberikan petunjuk kepada kita bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang berbuat baik. Nah, berbuat baik seperti apa? Yaitu perbuatan baik yang diniatkan lillaahita’ala. Kebaikan yang dilakukan dengan mengejar ridho Alloh SWT. Kebaikan yang dilakukan dengan maksud supaya semakin dekat dengan Alloh SWT. Inilah puncak kebaikan.

Karena ada juga orang yang berbuat baik supaya dianggap baik oleh orang lain. Ada yang berbuat baik supaya orang lain berhutang budi. Begitu banyak orang yang berbuat baik bukan dengan kebaikan yang asli, karena kebaikan yang asli murni hanya satu yaitu kebaikan yang tulus tanpa pamrih kecuali hanya mengharap perhatian dari Alloh SWT. Tetaplah berbuat baik meskipun orang lain tidak peduli pada kebaikan kita. Karena Alloh SWT. senantiasa peduli pada sekecil apapun kebaikan yang dilakukan oleh hamba yang beriman kepada-Nya.

Share this:

Maksiat, Ibarat Menanam Paku di Jalan Sendiri

Saudaraku, sesungguhnya tiap satu kali kita melakukan maksiat, maka ketika itu juga kita sedang menanam paku, duri, pecahan kaca, bayonet atau bambu runcing, persis di jalanan yang akan kita lalui. Dan, kita pasti akan menginjaknya, tidak akan meleset. Jadi, semakin kita banyak maksiat, semakin banyak kita menebar ranjau berbahaya yang pasti akan mencelakai diri kita sendiri. Na’udzubillahi mindzalik!

Oleh karenanya, jangan menyalahkan orang lain ketika kita merasakan penderitaan. Penderitaan tersebut datang pasti karena diundang oleh kezholiman diri kita sendiri. Masalahnya kita suka lupa akan hal ini. Setiap kali merasakan penderitaan, kita sibuk mencari kambing hitam, sibuk menyalahkan orang lain dan berat mengakui kesalahan diri sendiri. Padahal dalam ayat di atas jelas-jelas Alloh SWT. mengingatkan jika keburukan yang kita lakukan akan kembali pada kita.

Artinya, langkah terbaik ketika kita merasa menderita adalah segera introspeksi diri dan bertaubat, jangan pernah merasa suci dari dosa karena manusia memang tempatnya salah dan khilaf. Boleh jadi ada dosa yang lupa kita taubati, atau boleh jadi ada orang lain yang terzholimi oleh kita tanpa kita sadari.

Kemudian, iringi setiap taubat kita dengan berbaik sangka kepada Alloh SWT., bahwa setiap kemalangan yang menimpa kita itu tiada lain adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Agar kita senantiasa ingat kepada-Nya, memohon perlindungan-Nya dan memperbaiki kualitas diri kita.

Saudaraku, ketika kita melakukan maksiat, tak ada satupun yang meleset untuk dicatat oleh malaikat. Setiap bagiannya akan diperhitungkan dan akan diberikan balasannya kepada kita. Berbuat maksiat itu seperti air minum, semakin diminum semakin haus, karena hukuman dari dosa itu adalah mudahnya berbuat maksiat yang lain. Oleh karenanya, marilah kita giatkan diri bertaubat dengan sungguh-sungguh. Semoga Alloh Swt. senantiasa membimbing kita dan memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya.

Share this:

Hal yang Membahayakan bagi Kita

Tidak ada yang membahayakan diri kita selain dari keburukan kita sendiri. Kita pasti punya kekurangan. Maka, akuilah itu dan perbaikilah. Jangan malu untuk mengakui kekurangan diri kita. Kitapun pasti pernah melakukan kesalahan, akuilah itu dan beranilah untuk meminta maaf. Jika seseorang sudah punya penyakit di dalam hatinya untuk tidak mau mengakui kesalahannnya apalagi meminta maaf, maka ini akan fatal akibatnya.

Orang yang tidak mau mengakui kesalahan, apalagi sampai menyalahkan orang lain, maka orang yang demikian adalah pengecut dan munafik. Memiliki kekurangan dan kesalahan itu bukanlah hal yang buruk, adapun yang buruk adalah jika memiliki kekurangan dan kesalahan tapi tidak mau mengakuinya dan tidak mau memperbaiki diri.

Alloh Swt. berfirman, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imron [3] : 135)

Mengakui kekurangan dan kesalahan diri serta meminta maaf atasnya adalah sikap mukmin yang sejati. Sikap yang membuktikan bahwa tidak ada apapun yang ditakuti kecuali Alloh Swt. Sungguh mulia sikap yang demikian dan semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Share this:

3 Ciri Orang Ikhlas dan Tidak Ikhlas

Alloh SWT. berfirman, “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh SWT, Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am [6] : 162)

Seperti orang yang tahu teori berenang, tapi tidak pernah mencoba dan berlatih berenang di dalam air, maka ia tidak akan pernah bisa berenang. Atau seperti orang yang tahu teori berkuda, tapi tidak pernah mencoba dan berlatih langsung menunggangi kuda, maka dia tidak akan pernah mampu berkuda. Demikianlah pula dalam hal ikhlas.

Saudaraku, mari kita periksa diri masing-masing sudahkah menjadi orang yang ikhlas. Di antara ciri keikhlasan adalah pertama, dia ketika beramal tidak ingin diketahui orang lain, tidak ingin menjadi populer, dan kalaupun akhirnya dia populer maka sesungguhnya Alloh SWT Yang Maha Kuasa membuat seseorang jadi populer. Bukankah para sahabat nabi adalah orang-orang populer, apalagi nabi Muhammad Saw., Alloh SWT yang menghendaki mereka populer sehingga bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Kedua, tidak sibuk dengan amal besar atau amal kecil. Bagi orang yang ikhlas yang penting itu adalah amal sholeh. Karena ada orang yang ketika pada sebuah kegiatan besar dia ikut, apalagi karena bisa berfoto dan dilihat orang lain, sedangkan pada urusan kecil dia abai, apalagi karena tidak dilihat orang lain. Nah, bagi orang yang ikhlas itu tidak ada bedanya, karena yang terpenting baginya apa yang dilakukan menjadi bernilai ibadah di hadapan Alloh SWT.

Ketiga, orang ikhlas itu akan sabar, karena sabar adalah buah dari keikhlasan. Orang yang ikhlas senantiasa yakin bahwa setiap ikhtiar yang ia niatkan lillaahita’ala akan bernilai ibadah di hadapan Alloh SWT meski ternyata ikhtiarnya belum membuahkah hasil yang sesuai target. Pada titik inilah orang yang ikhlas akan sangat terlatih dalam bersabar, dia tidak mudah berkeluh kesah, tidak gampang menggerutu, karena ia yakin Alloh SWT Maha Kuasa atas segalanya. Ia justru akan sibuk mengevaluasi diri, jangan-jangan ada dosa yang belum ia taubati, atau ada ikhtiar yang belum ia sempurnakan.

Ikhlas adalah pekerjaan hati. Maka, tidak perlu kita sibuk menilai orang lain, marilah kita sibuk menilai diri dan memperbaiki diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam beramal, karena hanya orang yang ikhlas yang akan mendapatkan keridhoan Alloh SWT.

Share this:
Tahun Baru Islam 1440 H

Selamat Tahun Baru Islam 1440 H

Tahun Baru Islam 1440 H

Sahabat yang baik, semoga dalam menghadapi tahun baru Hijriah ini, kita benar-benar bertekad untuk hijrah. Hijrah dari menuhankan dan melekatnya hati kepada selain Alloh. Mudah-mudahan semua betul-betul hijrah niat, dari mencari sesuatu sesuatu selain Alloh, menjadi Lillahi Ta’ala.

Selamat tahun baru Hijriah, semoga kita menjadi orang yang ikhlas dan istiqomah dalam mencari keridhoan Alloh.

Share this:

PRESIDEN PILIHANKU

Pemilihan presiden seyogyanya adalah “Fastabiqul Khoirot”, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, bukan pertadingan antar kandidat karena pertandingan kecenderunganya adalah, saling menjatuhkan, saling melemahkan bahkan tidak jarang saling menghancurkan, padahal kita ini adalah saudara.
Saudara sebangsa dan setanah air yang bercita-cita sama merindukan bangsa yang adil Makmur dan sejahtera, oleh karena itu mari kita sepakati pemilihan presiden adalah ajang “Fastabiqul Khoirot”, berlomba-lomba memiliki niat terbaik yang paling bersih Lillahi Ta’Ala
Dan berlomba-lomba dalam menyajikan cara-cara yang paling baik yang paling terhormat, sehingga tidak ada yang kalah.

Kalau kedua pasangan niatnya baik, caranya baik maka keduanya mendapatkan kemenangan, adapun siapapun yang menjadi presiden dan wapres tahun 2019 itu pasti hanya Alloh yang menentukan, bukan karena jago srategi bukam karena hebatnya semua teknik ataupun sumber daya, uang, dukungan, jaringan, bukan itu tapi Karena Alloh yang mentakdirkan

Mari jadikanlah dasar negera Republik Indonesia sebagai acuan pokok
1. Berlomba-lomba bagaimana agar masyarakan memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa, Yakin kepada Alloh, karena bangsa ini amanah Alloh dan kedudukan tidak ada apa-apanya kecuali orang-orang yang takut kepada Alloh dia yakin bahwa jabatan harus di pertanggungjawabkan kepada Alloh
Mari jadikan ajang Pilpres ini menjadi penguat iman bagi seluruh masyarakat

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Jadikan perilaku dan sikap benar-benar mewujudkan manusia yang beradab, bermoral tinggi berakhlak baik

3. Jadikan ajang Pilpres ini untuk menunjukkan siapa yang paling semangat untuk mempersatukan negeri ini. Jangan sampai ada kata-kata memecah belah, merendahkan, menghina apalagi ingin melibas dann menghancurkan saudara sendiri

4. Kita harus menjadikan perbedaan pendapat sebagai kekayaan kita untuk bermujahadah, jangan hanya ingin menang dengan menjatuhkan yang lain, Musyawarah adalah kita bisa menjaga kehormatan walaupun pendapat kita diterima

5. Keadilan sosial, jangan biarkan pemilihan presiden ini hanya dinikmati orang-orang tertentu dan merendahkan membuat kedzolimam terhadap orang-orang yang lain, tapi jadikan Pilpres ini untuk mengangkat harkat dan derajat, yang tidak punya menjadi lebih baik kondisinya, jangan sampai Pilpres hanya untuk melanggengkan kekayaan, kedudukan, kemenangan satu kelompok yang melupakan saudada kita yang lainya.

MasyaAlloh, Andaikata niatnya sudah baik, idenya baik, gagasanya baik, keteladanya keteladan terbaik
InsyaAlloh menang ataupun kalah dalam urusan Pilpres ini semua menjadi pemenang disisi Alloh, dan warisan bagi anak cucu di negeri ini memiliki keteladan yang perlu ditiru bagi kemajuan bangsa dikedepan

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

(admin)

Share this:

Dzikir dan Akhlak Mulia

Alhamdulillah, Segala puja dan puja hanya milil Alloh SWT, semoga Alloh yang Maha baik merahmati kita semua dan mengumpulkan kita di syurganya, Shalawat dan sallam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Saudaraku, kita mendambakan bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia mengikuti baginda nabi Muhammad Saw. Nah, akhlak mulia itu sangat dipengaruhi oleh dzikrullah, semakin baik kualitas dzikir seseorang, semakin banyak dzikir seseorang, maka akan semakin sempurna akhlaknya. Orang yang dzikir secara alakadarnya paling hanya akan berakhlak saja, tidak mencapai kesempurnaan dan kemuliaan akhlak.

Dzikrulloh akan membuat akhlak menjadi ikhlas.

Ada yang berbuat baik supaya dianggap orang baik. Ada yang berbuat baik supaya orang lain membalas kebaikannya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain tidak berbuat jelek kepadanya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain merasa berutang budi karena kebaikannya. Semua ini tidak termasuk akhlak mulia, karena akhlak mulia itu berkaitan dengan dzikrulloh yaitu ikhlas.

Sulit sekali orang menjadi ahli syukur kalau tidak dzikir, karena sesungguhnya segala nikmat berasal dari Alloh Swt. Sulit sekali orang bisa sabar jikalau tidak dzikir, karena sesungguhnya orang yang sabar itu adalah orang yang bisa menahan diri dan memilih yang Alloh sukai. Jadi, orang yang kurang dzikir maka akan kurang sempurna akhlaknya. Meskipun dia bisa berbuat baik, tapi pasti tidak mencapai pada kemuliaan akhlak.

Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab [33] : 41-43)

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendawamkan dzikir dan istiqomah menjadikan dzikir bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas kita sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia dan istiqomah dalam kesempurnaan akhlak. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

sumber : smstauhiid.com

(admin)

Share this: