3 Ciri Orang Ikhlas dan Tidak Ikhlas

Alloh SWT. berfirman, “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh SWT, Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am [6] : 162)

Seperti orang yang tahu teori berenang, tapi tidak pernah mencoba dan berlatih berenang di dalam air, maka ia tidak akan pernah bisa berenang. Atau seperti orang yang tahu teori berkuda, tapi tidak pernah mencoba dan berlatih langsung menunggangi kuda, maka dia tidak akan pernah mampu berkuda. Demikianlah pula dalam hal ikhlas.

Saudaraku, mari kita periksa diri masing-masing sudahkah menjadi orang yang ikhlas. Di antara ciri keikhlasan adalah pertama, dia ketika beramal tidak ingin diketahui orang lain, tidak ingin menjadi populer, dan kalaupun akhirnya dia populer maka sesungguhnya Alloh SWT Yang Maha Kuasa membuat seseorang jadi populer. Bukankah para sahabat nabi adalah orang-orang populer, apalagi nabi Muhammad Saw., Alloh SWT yang menghendaki mereka populer sehingga bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Kedua, tidak sibuk dengan amal besar atau amal kecil. Bagi orang yang ikhlas yang penting itu adalah amal sholeh. Karena ada orang yang ketika pada sebuah kegiatan besar dia ikut, apalagi karena bisa berfoto dan dilihat orang lain, sedangkan pada urusan kecil dia abai, apalagi karena tidak dilihat orang lain. Nah, bagi orang yang ikhlas itu tidak ada bedanya, karena yang terpenting baginya apa yang dilakukan menjadi bernilai ibadah di hadapan Alloh SWT.

Ketiga, orang ikhlas itu akan sabar, karena sabar adalah buah dari keikhlasan. Orang yang ikhlas senantiasa yakin bahwa setiap ikhtiar yang ia niatkan lillaahita’ala akan bernilai ibadah di hadapan Alloh SWT meski ternyata ikhtiarnya belum membuahkah hasil yang sesuai target. Pada titik inilah orang yang ikhlas akan sangat terlatih dalam bersabar, dia tidak mudah berkeluh kesah, tidak gampang menggerutu, karena ia yakin Alloh SWT Maha Kuasa atas segalanya. Ia justru akan sibuk mengevaluasi diri, jangan-jangan ada dosa yang belum ia taubati, atau ada ikhtiar yang belum ia sempurnakan.

Ikhlas adalah pekerjaan hati. Maka, tidak perlu kita sibuk menilai orang lain, marilah kita sibuk menilai diri dan memperbaiki diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam beramal, karena hanya orang yang ikhlas yang akan mendapatkan keridhoan Alloh SWT.

Share this:
Tahun Baru Islam 1440 H

Selamat Tahun Baru Islam 1440 H

Tahun Baru Islam 1440 H

Sahabat yang baik, semoga dalam menghadapi tahun baru Hijriah ini, kita benar-benar bertekad untuk hijrah. Hijrah dari menuhankan dan melekatnya hati kepada selain Alloh. Mudah-mudahan semua betul-betul hijrah niat, dari mencari sesuatu sesuatu selain Alloh, menjadi Lillahi Ta’ala.

Selamat tahun baru Hijriah, semoga kita menjadi orang yang ikhlas dan istiqomah dalam mencari keridhoan Alloh.

Share this:

Ilmu yang Berguna

Sahabatku yang baik, “ilmu yang berguna (bermanfaat) itu ialah ilmu yang dapat menjadikan orang mengenal Alloh beserta sifat dan asma-Nya.” Syeikh Ibnu Atha Ila

Share this:

PRESIDEN PILIHANKU

Pemilihan presiden seyogyanya adalah “Fastabiqul Khoirot”, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, bukan pertadingan antar kandidat karena pertandingan kecenderunganya adalah, saling menjatuhkan, saling melemahkan bahkan tidak jarang saling menghancurkan, padahal kita ini adalah saudara.
Saudara sebangsa dan setanah air yang bercita-cita sama merindukan bangsa yang adil Makmur dan sejahtera, oleh karena itu mari kita sepakati pemilihan presiden adalah ajang “Fastabiqul Khoirot”, berlomba-lomba memiliki niat terbaik yang paling bersih Lillahi Ta’Ala
Dan berlomba-lomba dalam menyajikan cara-cara yang paling baik yang paling terhormat, sehingga tidak ada yang kalah.

Kalau kedua pasangan niatnya baik, caranya baik maka keduanya mendapatkan kemenangan, adapun siapapun yang menjadi presiden dan wapres tahun 2019 itu pasti hanya Alloh yang menentukan, bukan karena jago srategi bukam karena hebatnya semua teknik ataupun sumber daya, uang, dukungan, jaringan, bukan itu tapi Karena Alloh yang mentakdirkan

Mari jadikanlah dasar negera Republik Indonesia sebagai acuan pokok
1. Berlomba-lomba bagaimana agar masyarakan memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa, Yakin kepada Alloh, karena bangsa ini amanah Alloh dan kedudukan tidak ada apa-apanya kecuali orang-orang yang takut kepada Alloh dia yakin bahwa jabatan harus di pertanggungjawabkan kepada Alloh
Mari jadikan ajang Pilpres ini menjadi penguat iman bagi seluruh masyarakat

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Jadikan perilaku dan sikap benar-benar mewujudkan manusia yang beradab, bermoral tinggi berakhlak baik

3. Jadikan ajang Pilpres ini untuk menunjukkan siapa yang paling semangat untuk mempersatukan negeri ini. Jangan sampai ada kata-kata memecah belah, merendahkan, menghina apalagi ingin melibas dann menghancurkan saudara sendiri

4. Kita harus menjadikan perbedaan pendapat sebagai kekayaan kita untuk bermujahadah, jangan hanya ingin menang dengan menjatuhkan yang lain, Musyawarah adalah kita bisa menjaga kehormatan walaupun pendapat kita diterima

5. Keadilan sosial, jangan biarkan pemilihan presiden ini hanya dinikmati orang-orang tertentu dan merendahkan membuat kedzolimam terhadap orang-orang yang lain, tapi jadikan Pilpres ini untuk mengangkat harkat dan derajat, yang tidak punya menjadi lebih baik kondisinya, jangan sampai Pilpres hanya untuk melanggengkan kekayaan, kedudukan, kemenangan satu kelompok yang melupakan saudada kita yang lainya.

MasyaAlloh, Andaikata niatnya sudah baik, idenya baik, gagasanya baik, keteladanya keteladan terbaik
InsyaAlloh menang ataupun kalah dalam urusan Pilpres ini semua menjadi pemenang disisi Alloh, dan warisan bagi anak cucu di negeri ini memiliki keteladan yang perlu ditiru bagi kemajuan bangsa dikedepan

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

(admin)

Share this:

Dzikir dan Akhlak Mulia

Alhamdulillah, Segala puja dan puja hanya milil Alloh SWT, semoga Alloh yang Maha baik merahmati kita semua dan mengumpulkan kita di syurganya, Shalawat dan sallam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Saudaraku, kita mendambakan bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia mengikuti baginda nabi Muhammad Saw. Nah, akhlak mulia itu sangat dipengaruhi oleh dzikrullah, semakin baik kualitas dzikir seseorang, semakin banyak dzikir seseorang, maka akan semakin sempurna akhlaknya. Orang yang dzikir secara alakadarnya paling hanya akan berakhlak saja, tidak mencapai kesempurnaan dan kemuliaan akhlak.

Dzikrulloh akan membuat akhlak menjadi ikhlas.

Ada yang berbuat baik supaya dianggap orang baik. Ada yang berbuat baik supaya orang lain membalas kebaikannya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain tidak berbuat jelek kepadanya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain merasa berutang budi karena kebaikannya. Semua ini tidak termasuk akhlak mulia, karena akhlak mulia itu berkaitan dengan dzikrulloh yaitu ikhlas.

Sulit sekali orang menjadi ahli syukur kalau tidak dzikir, karena sesungguhnya segala nikmat berasal dari Alloh Swt. Sulit sekali orang bisa sabar jikalau tidak dzikir, karena sesungguhnya orang yang sabar itu adalah orang yang bisa menahan diri dan memilih yang Alloh sukai. Jadi, orang yang kurang dzikir maka akan kurang sempurna akhlaknya. Meskipun dia bisa berbuat baik, tapi pasti tidak mencapai pada kemuliaan akhlak.

Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab [33] : 41-43)

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendawamkan dzikir dan istiqomah menjadikan dzikir bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas kita sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia dan istiqomah dalam kesempurnaan akhlak. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

sumber : smstauhiid.com

(admin)

Share this:

Jangan Mempersulit Diri

Alhamdulillah, Segala puja dan puja hanya milik Alloh SWT, semoga Alloh yang Maha baik merahmati kita semua dan mengumpulkan kita di syurganya, Shalawat dan sallam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Sahabatku, kita sering terjebak dalam masalah,

seringkali dipertegang, diperparah, ujung – ujungnya kita menderita bukan karena masalahnya, tapi justru menderita karena karangan kita sendiri. Betapa banyak masalah yang simple dan remeh tapi merusak suasana makan, suasana rumah, suasana kebersamaan,

padahal harusnya kita biasakan Proporsional.

يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا

“Mudahkanlah (urusan) & jangan dipersulit. Berilah kabar gembira & jangan membuat orang lari (tidak tertarik) & bekerja samalah kalian berdua & jangan berselisih”. [HR. Bukhari No.2811].

Kalau saja kita berpegang teguh pada sabia Nabi Muhammad SAW di atas pasti jauh lebih simple hidup ini.

Tidak ada yang gawat dalam hidup ini, sesungguhnya yang gawat dalam hidup ini sebetulnya bila iman kita rusak, selebihnya urusan -urusan yang kita anggap gawat justru disanalah bisa membuat iman kita lebih kuat, dosa bisa berguguran, dan pahala akan melimpah.

Ayo sahabatku, jangan suka membuat masalah menjadi ribet, tidak usah di buat menjadi serba gawat, Proporsional saja, dan jangan pula menganggap remeh karena itu tidak adil,

Bila ada orang yang tidak suka dengan kita, maka tidak usah risau biarkan såja itu pilihanya, tidak usah kita menjadi benci pada orang yang tidak suka dengan kita, jangan sampai kita diatur oleh keburukan orang lain yang bisa membuât kita tidak punya kebahagiaan.

Mari kita serius untuk mengendalikan pikiran, mengendalikan hati kita, jangan mempersulit diri, kita harus punya pilihan apa yang Alloh sucka, bila beakta buruk kapada kita, maka kita pilih berkata baik yang disukai Alloh karena pasti pahalanya akan kembali kepada kita.

kalau kita sudah terlatih mengendalikan pikiran, mengendalikan hati, pasti kita akan bisa menikmati setiap Episode yang terjadi,

semoga Alloh monolong kita agar semakin bijak dalam menyikapi semua masalah dan menjadikan semuanya simple serta proporsional.

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

(admin)

Share this:

KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI’I YG DAHSYAT

KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI’I YG DAHSYAT

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
– (Imam Syafi’i)

“Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
– (Imam Syafi’i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
– (Imam Syafi’i)

“Doa di saat tahajjud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
– (Imam Syafi’i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
– (Imam Syafi’i)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
– (Imam Syafi’i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
– (Imam Syafi’i)

SEMOGA BERMANFAAT

Share this: