Memiliki Rasa Kasih Sayang

Salah satu yang membuat seseorang menjadi sangat bahagia, nyaman dan mulia adalah kalau orang tersebut memiliki kasih sayang. siapapun yang dicabut rasa kasih sayang dihatinya dia sudah kehilangan sesuatu yang penting dan terindah ciri orang beriman

Rosul Shalalluhu a’laihi wasallam adalah pribadi Rahmatan Lilalamin, orang islam pertamakali itu adalah nabi, syariatnya lewat kasih sayang yang melimpah menjadi jalan kita bisa mendapat hidayah, bayangkan bila dulu nabi tidak menyayangi yang lain, bisa tidak ada dakwah, kerena dakwah itu lahir dari kasih sayang.

kita sering terpesona dengan bagaimana rasa kasah sayang ini nampak walaupun pada binatang sekalipun, seperti kucing yang menjilati anaknya atau induk sinna mati- matin menjaga anaknya dari singa jantan yang memang bila musim kawin maka akan mengincar anaknya. bahkan pernah ada singsa yang waktu kecilnya di selamatkan seseorang lalu selang beberapa waktu terpisah dan ketika bertemu kembali, singa itu merindukan orang yang menyelamatkanya, memeluk, menjilati penuh kasih sayang.

maya Alloh itu binatang buas dan kita bisa jadi mangsanya, tapi ketika seseorang punya kasih sayang maka dia bukan lagi jadi mangsanya tapi jadi seseorang yang dirindukan

dan kasih sayang kita sebagai orang islam bukan hanya kapada umat islam såja, kebaikan kita di bagikamn juga untuk seisi Alam,

seperti surat Al – Aniya 106 -107

artinya : Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah). Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Tidak bisa di pungkiri kita itu akan nyaman bila dekat dengan orang yang menyayangi kita, seperti waktu kecil seorang ibu selalu menjaga kita, ketika malam bangun ibu ikut bangun, kita tidur ibu tetap bangun, kapan saja lapar di siapkan makanan, bakhan ketika itu makan dan kita buang kotoran ibu tidak jijik. kenapa seperti itu? Karena luar biasanya kasih sayang

itulah kasih sayang, dan bila kasih sayang semua makhluk di gabung itu hanya se per seratus dari sifat Rohmat Alloh, sungguh Dahsyat kasih sayang Alloh Di surga nanti

semoga Alloh karuniakan kita menjadi manusia yang penuh kasih sayang dan semoga kita bisa menikmati Kasih sayang Alloh di surga nanti, Aaammiin.

Oleh : KH. Abdullah Gymnastic

Edito : Admin MQ Digital

Jalan Menuju Taubat


Alloh Swt. berfirman, “..dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur [24] : 31)

Saudaraku, banyak peristiwa yang tidak diguna terjadi dalam keseharian kita. Di antara peristiwa-peristiwa itu tidak sedikit yang mengejutkan kita karena mengingatkan kita pada kejadian di masa lalu yang hampir kita lupakan. Dan, di antara peristiwa-peristiwa itu boleh jadi ada yang mengakibatkan dosa. Misalnya, kita jadi teringat jika sewaktu masih sekolah tingkat SMU, kita pernah mencuri buah mangga bersama teman-teman, atau kita pernah menjahili seseorang, atau kelakuan lainnya yang merugikan orang lain. Padahal saat itu kita sudah baligh dan setiap amal kita sudah dicatat untuk dipertanggungjawabkan kelak.

Nah, fenomena seperti itu, yaitu saat kita diingatkan kembali akan dosa-dosa kita yang hampir terlupakan oleh kita, merupakan karunia Alloh Swt. Karena hal ini menjadi pembuka jalan untuk kita bertaubat atas dosa-dosa di masa lalu yang belum sempat kita taubati. Sedangkan semakin kita memperbanyak taubat akan semakin bening bersih hati kita. Semakin bersih hati, maka semakin selamat dan bahagia menjalani hidup ini.

Maasyaa Alloh. Karea kasih sayang Alloh-lah kita bertemu dengan berbagai kejadian yang mengingatkan kita pada dosa-dosa kita. Karena biasanya manusia akan lebih fokus pada keburukan orang lain pada dirinya, sementara ia abai terhadap keburukan dirinya sendiri kepada orang lain. Padahal inilah sumber masalah terbesar dalam hidup kita, yaitu manakala kita tidak serius memeriksa diri, memeriksa amal perbuatan dan lalai dalam bertaubat.

Tiada kejadian sekecil apapun di dalam hidup kita kecuali pasti atas izin Alloh Swt. Oleh karena itu tidak ada yang sia-sia, dalam setiap peristiwa pasti ada maksudnya. Oleh karena itu, semoga kita termasuk orang-orang yang rajin mentafakuri berbagai kejadian, sehingga apapun kejadiannya itu bisa mengantarkan kita menjadi pribadi yang senantiasa bertaubat, membersihkan diri dari noda-noda dosa. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[smstauhiid]

Kajian Ma’rifatulloh 8 April 2018

Kajian Marifatulloh

 

bersama  – KH. Abdullah Gymnastiar

– DR. Ary Ginanjar Agustian

– Ustadz Muhammad Arifin Ilham

Ahad, 8 April 2018

Pukul 13.00 – 15.00 WIB

bertempat di Menara 165

Jl TB Simatupang, Kav 1 Cilandak Jakarta Selatan

LIVE  di TVONE