PRESIDEN PILIHANKU

Pemilihan presiden seyogyanya adalah “Fastabiqul Khoirot”, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, bukan pertadingan antar kandidat karena pertandingan kecenderunganya adalah, saling menjatuhkan, saling melemahkan bahkan tidak jarang saling menghancurkan, padahal kita ini adalah saudara.
Saudara sebangsa dan setanah air yang bercita-cita sama merindukan bangsa yang adil Makmur dan sejahtera, oleh karena itu mari kita sepakati pemilihan presiden adalah ajang “Fastabiqul Khoirot”, berlomba-lomba memiliki niat terbaik yang paling bersih Lillahi Ta’Ala
Dan berlomba-lomba dalam menyajikan cara-cara yang paling baik yang paling terhormat, sehingga tidak ada yang kalah.

Kalau kedua pasangan niatnya baik, caranya baik maka keduanya mendapatkan kemenangan, adapun siapapun yang menjadi presiden dan wapres tahun 2019 itu pasti hanya Alloh yang menentukan, bukan karena jago srategi bukam karena hebatnya semua teknik ataupun sumber daya, uang, dukungan, jaringan, bukan itu tapi Karena Alloh yang mentakdirkan

Mari jadikanlah dasar negera Republik Indonesia sebagai acuan pokok
1. Berlomba-lomba bagaimana agar masyarakan memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa, Yakin kepada Alloh, karena bangsa ini amanah Alloh dan kedudukan tidak ada apa-apanya kecuali orang-orang yang takut kepada Alloh dia yakin bahwa jabatan harus di pertanggungjawabkan kepada Alloh
Mari jadikan ajang Pilpres ini menjadi penguat iman bagi seluruh masyarakat

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Jadikan perilaku dan sikap benar-benar mewujudkan manusia yang beradab, bermoral tinggi berakhlak baik

3. Jadikan ajang Pilpres ini untuk menunjukkan siapa yang paling semangat untuk mempersatukan negeri ini. Jangan sampai ada kata-kata memecah belah, merendahkan, menghina apalagi ingin melibas dann menghancurkan saudara sendiri

4. Kita harus menjadikan perbedaan pendapat sebagai kekayaan kita untuk bermujahadah, jangan hanya ingin menang dengan menjatuhkan yang lain, Musyawarah adalah kita bisa menjaga kehormatan walaupun pendapat kita diterima

5. Keadilan sosial, jangan biarkan pemilihan presiden ini hanya dinikmati orang-orang tertentu dan merendahkan membuat kedzolimam terhadap orang-orang yang lain, tapi jadikan Pilpres ini untuk mengangkat harkat dan derajat, yang tidak punya menjadi lebih baik kondisinya, jangan sampai Pilpres hanya untuk melanggengkan kekayaan, kedudukan, kemenangan satu kelompok yang melupakan saudada kita yang lainya.

MasyaAlloh, Andaikata niatnya sudah baik, idenya baik, gagasanya baik, keteladanya keteladan terbaik
InsyaAlloh menang ataupun kalah dalam urusan Pilpres ini semua menjadi pemenang disisi Alloh, dan warisan bagi anak cucu di negeri ini memiliki keteladan yang perlu ditiru bagi kemajuan bangsa dikedepan

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

(admin)

Share this:

Dzikir dan Akhlak Mulia

Alhamdulillah, Segala puja dan puja hanya milil Alloh SWT, semoga Alloh yang Maha baik merahmati kita semua dan mengumpulkan kita di syurganya, Shalawat dan sallam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Saudaraku, kita mendambakan bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia mengikuti baginda nabi Muhammad Saw. Nah, akhlak mulia itu sangat dipengaruhi oleh dzikrullah, semakin baik kualitas dzikir seseorang, semakin banyak dzikir seseorang, maka akan semakin sempurna akhlaknya. Orang yang dzikir secara alakadarnya paling hanya akan berakhlak saja, tidak mencapai kesempurnaan dan kemuliaan akhlak.

Dzikrulloh akan membuat akhlak menjadi ikhlas.

Ada yang berbuat baik supaya dianggap orang baik. Ada yang berbuat baik supaya orang lain membalas kebaikannya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain tidak berbuat jelek kepadanya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain merasa berutang budi karena kebaikannya. Semua ini tidak termasuk akhlak mulia, karena akhlak mulia itu berkaitan dengan dzikrulloh yaitu ikhlas.

Sulit sekali orang menjadi ahli syukur kalau tidak dzikir, karena sesungguhnya segala nikmat berasal dari Alloh Swt. Sulit sekali orang bisa sabar jikalau tidak dzikir, karena sesungguhnya orang yang sabar itu adalah orang yang bisa menahan diri dan memilih yang Alloh sukai. Jadi, orang yang kurang dzikir maka akan kurang sempurna akhlaknya. Meskipun dia bisa berbuat baik, tapi pasti tidak mencapai pada kemuliaan akhlak.

Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab [33] : 41-43)

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendawamkan dzikir dan istiqomah menjadikan dzikir bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas kita sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia dan istiqomah dalam kesempurnaan akhlak. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

sumber : smstauhiid.com

(admin)

Share this:

Jangan Mempersulit Diri

Alhamdulillah, Segala puja dan puja hanya milik Alloh SWT, semoga Alloh yang Maha baik merahmati kita semua dan mengumpulkan kita di syurganya, Shalawat dan sallam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Sahabatku, kita sering terjebak dalam masalah,

seringkali dipertegang, diperparah, ujung – ujungnya kita menderita bukan karena masalahnya, tapi justru menderita karena karangan kita sendiri. Betapa banyak masalah yang simple dan remeh tapi merusak suasana makan, suasana rumah, suasana kebersamaan,

padahal harusnya kita biasakan Proporsional.

يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا

“Mudahkanlah (urusan) & jangan dipersulit. Berilah kabar gembira & jangan membuat orang lari (tidak tertarik) & bekerja samalah kalian berdua & jangan berselisih”. [HR. Bukhari No.2811].

Kalau saja kita berpegang teguh pada sabia Nabi Muhammad SAW di atas pasti jauh lebih simple hidup ini.

Tidak ada yang gawat dalam hidup ini, sesungguhnya yang gawat dalam hidup ini sebetulnya bila iman kita rusak, selebihnya urusan -urusan yang kita anggap gawat justru disanalah bisa membuat iman kita lebih kuat, dosa bisa berguguran, dan pahala akan melimpah.

Ayo sahabatku, jangan suka membuat masalah menjadi ribet, tidak usah di buat menjadi serba gawat, Proporsional saja, dan jangan pula menganggap remeh karena itu tidak adil,

Bila ada orang yang tidak suka dengan kita, maka tidak usah risau biarkan såja itu pilihanya, tidak usah kita menjadi benci pada orang yang tidak suka dengan kita, jangan sampai kita diatur oleh keburukan orang lain yang bisa membuât kita tidak punya kebahagiaan.

Mari kita serius untuk mengendalikan pikiran, mengendalikan hati kita, jangan mempersulit diri, kita harus punya pilihan apa yang Alloh sucka, bila beakta buruk kapada kita, maka kita pilih berkata baik yang disukai Alloh karena pasti pahalanya akan kembali kepada kita.

kalau kita sudah terlatih mengendalikan pikiran, mengendalikan hati, pasti kita akan bisa menikmati setiap Episode yang terjadi,

semoga Alloh monolong kita agar semakin bijak dalam menyikapi semua masalah dan menjadikan semuanya simple serta proporsional.

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

(admin)

Share this:

KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI’I YG DAHSYAT

KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI’I YG DAHSYAT

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
– (Imam Syafi’i)

“Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
– (Imam Syafi’i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
– (Imam Syafi’i)

“Doa di saat tahajjud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
– (Imam Syafi’i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
– (Imam Syafi’i)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
– (Imam Syafi’i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
– (Imam Syafi’i)

SEMOGA BERMANFAAT

Share this:

Jangan Sibuk Dengan Penilaian Makhluk

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa seseorang pernah berkepada kepada Rosululloh Saw., “Wahai Rosululloh, sesungguhnya aku sewaktu-waktu melakukan amal kebaikan dengan niat karena Alloh, namun sementara itu aku juga ingin agar amalku dilihat oleh orang lain.” Mendengar pernyataan ini Rosululloh Saw. pun diam, tidak memberikan jawaban sedikitpun sehingga Alloh Swt. menurunkan ayat kepada beliau, “Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Robb-nya maka hendaklah ia melakukan amal sholih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-nya.” (QS. Al Kahfi [18] : 110)

Jika kita mendambakan kehidupan yang tenang dan bahagia, berjumpa dengan Alloh Swt., maka hendaklah kita menjauhi perubatan syirik. Baik itu yang tergolong syirik besar maupun syirik kecil seperti riya’ atau berharap amal dilihat dan dipuji orang lain. Karena sesungguhnya syirik merupakan kezholiman yang besar.

Walaupun seseorang beramal kebaikan yang sangat besar dalam ukuran manusia, walaupun seseorang berdakwah dengan sangat fasih dan sangat lengkap dengan dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah namun jika di dalam hatinya yang ada adalah harapan agar dilihat dan dipuji makhluk maka sia-sialah amalnya itu, bahkan bisa menyeretnya ke dalam neraka.

Demikianlah bahaya dari mencari penilaian makhluk. Padahal sehebat apapun manusia memuji kita, sebesar apapun manusia memberi penghargaan kepada kita, semua itu tidak ada-apanya dibandingkan dengan penilaian hakiki dari Alloh Swt. Apa artinya penilaian makhluk jika di hadapan Alloh kita tidak berharga, apa artinya pujian makhluk jika dalam penilaian makhluk kita tidak terpuji. Sedangkan barangsiapa yang mendapat kedudukan tinggi di hadapan Alloh, maka sesungguhnya ia akan mendapatkan derajat tinggi pula di hadapan seluruh makhluk. Maasyaa Alloh.

Oleh karena itu, marilah kita beramal sholih tanpa sibuk memikirkan apakah orang lain melihat atau tidak, yang terpenting bagi kita adalah sibuk memikirkan apakah Alloh ridho atau tidak. Jadikan penilaian Alloh yang utama. Semoga kita termasuk orang-orang yang amalnya diterima oleh Alloh Swt. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

sumber : smstauhiid.com

(admin)

Share this:

Kajian Al Hikam & Marifatulloh 5 Juli 2018

 

Kajian Al Hikam & Marifatulloh

Bersama KH. Abdullah Gymnastiar

Kamis, 5 Juli 2018

Kajian Al Hikam

Pukul 15.30 WIB – Selesai

Kajian Ma’rifatulloh

pukul 20.30 – 21.00 WIB

Masjid Daarut Tauhiid

Jl. Gegerkalong Girang No.38 Bandung

 

Share this:

Qurban Peduli Negeri

 

Waktunya Qurban Hemat
Pesan Sekarang Bayar Nanti!

Klik 👉 https://dtpeduli.org/qurban_promo

Sejak sepuluh tahun terakhir, Qurban Peduli Negeri (QPN) terus berikhtiar untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berqurban, sehingga akan semakin banyak saudara kita yang merasakan manfaatnya di pelosok negeri bahkan hingga luar negeri.

Dapat #QurbanHemat namun berlipat manfaat hanya dengan Rp. 1.888.000 saja.

Dengan #QurbanHemat Rp. 1.888.000 saja, sahabat akan tetap mendapatkan hewan Qurban yang sesuai syariah, memberdayakan peternak kecil dan di tebar kepelosok negeri.

Qurban Hemat Sekarang!
CIMB Niaga Syariah 86000-3896-700
an. Daarut Tauhiid Peduli

Informasi : 0851-0001-7002
Klik : www.dtpeduli.org
***

Catatan :
1. Qurban Hemat berlaku hanya sampai 30 Juli 2018
2. Pembayaran bisa dilakukan hingga 30 Juli 2018 ( maksimal Pkl. 21.00 WIB )
3. Bebas biaya pemeliharaan hewan
4. Distribusi hewan Qurban sepenuhnya dikelola oleh DT Peduli
5. Hewan Qurban akan di tebar ke pelosok negeri.

#waktunyaqurban #qurbanpedulinegeri
#qurbanhemat

Share this: